Tim FABACE Universitas Syiah Kuala Raih Juara I Microteaching Internasional pada FAKIP 6 International Edufair 2025

Banda Aceh, 24 November 2025– Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Tim FABACE (Facilitator of Biology Action for Climate Education) yang terdiri dari empat mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK berhasil meraih Juara I dalam Microteaching Competition pada ajang FAKIP 6 International Edufair 2025. Kompetisi bergengsi yang digelar pada 20–23 November 2025 di Kampus FKIP USK, Darussalam, Banda Aceh ini diikuti oleh finalis dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Tim FABACE USK yang beranggotakan Rania Dzakira, Fazia Unzila, M. Sultan Zakia, dan Nia Ananda Puspa sukses mengungguli tim-tim kuat dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Semarang, dan Universitas Tadulako (Untad) melalui implementasi microteaching bertajuk “Implementation of the RUNAMI Game Media in Disaster Mitigation Education to Support Climate Action (SDGs 13)” yang diterapkan di SMA Lab School kelas X.

Karya mereka mengangkat integrasi kearifan lokal Aceh dalam mitigasi bencana dengan pendekatan teknologi modern melalui media permainan RUNAMI. Lesson plan yang dirancang untuk siswa SMA kelas X ini secara kreatif menggabungkan konsep Biologi, Geografi, dan Ilmu Kebencanaan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai hubungan antara mitigasi bencana dan perubahan iklim, sekaligus melatih kemampuan pengambilan keputusan, pemecahan masalah, serta menumbuhkan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Ide ini berangkat dari realitas Aceh sebagai daerah rawan bencana sekaligus kaya akan kearifan lokal. Kami ingin menciptakan pengalaman belajar yang imersif, di mana siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga berlatih mengambil keputusan cepat, memecahkan masalah, dan bekerja sama dalam simulasi situasi darurat,” ujar Rania Dzakira selaku Ketua Tim FABACE.

Dosen Pembimbing, Dr. Wiwit Artika, S.Si., M.Ed., menyatakan kebanggaannya terhadap pencapaian tersebut. “Prestasi ini merupakan bukti kapasitas mahasiswa Biologi FKIP USK dalam merancang pembelajaran kontekstual dan berdampak. Mereka mampu menerjemahkan isu global seperti SDGs dan perubahan iklim ke dalam media ajar yang kreatif dan aplikatif, serta berakar pada kearifan lokal Aceh,”. Ia juga menambahkan bahwa kesiapan tim sangat matang karena tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu merancang strategi pembelajaran yang partisipatif dan aplikatif.

Dewan juri memberikan apresiasi tinggi terhadap kedalaman analisis, orisinalitas ide, integrasi teknologi, serta kesesuaian metode dengan tujuan pembelajaran. Inovasi Tim FABACE dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi di sekolah-sekolah dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP USK, Drs. Abu Bakar, M.Si., turut menyambut baik prestasi ini. Ia menyampaikan bahwa kemenangan Tim FABACE pada ajang microteaching melengkapi torehan prestasi mahasiswa FKIP USK di FAKIP 6 International Edufair. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi dalam pedagogi dan penguatan identitas lokal merupakan kombinasi unggul yang perlu terus dikembangkan.

Melalui pencapaian ini, Tim FABACE berharap konsep pembelajaran berbasis permainan RUNAMI dapat diadopsi secara lebih luas untuk membangun generasi muda Aceh yang tangguh, cerdas, dan proaktif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta mitigasi bencana.

Categories:

Tags:

Comments are closed