Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Internasional bertajuk “Implementasi Kurikulum OBE pada STEM” pada Sabtu, 12 Oktober 2025, di Ruang Teleconference Lantai 2 FKIP USK.
Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi internasional antara FKIP USK, Indonesia, dengan Prince of Songkhla University (PSU), Thailand, dan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia. FGD ini menjadi forum akademik untuk berbagi praktik baik dan strategi dalam mengimplementasikan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang terintegrasi dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di lingkungan pendidikan tinggi.

Dalam kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP USK tampil sebagai salah satu penggerak utama. Keterlibatan aktif prodi ini menjadi bentuk nyata komitmen dalam mengembangkan kurikulum inovatif yang relevan dengan kebutuhan global dan tantangan pendidikan abad ke-21.
Selain FGD, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan Implementation Agreement (IA) antara Prodi Pendidikan Biologi FKIP USK dan Faculty of Education, Prince of Songkla University (PSU), Thailand. Kesepakatan ini menandai langkah konkret dalam memperluas jejaring internasional dan memperkuat kerja sama akademik di bidang pendidikan sains dan biologi.
Melalui perjanjian ini, kedua institusi sepakat untuk berkolaborasi dalam kegiatan pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum berbasis OBE-STEM, penelitian bersama, serta pelaksanaan program akademik internasional lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan pengalaman global bagi mahasiswa serta dosen.
Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP USK, Dr. Wiwit Artika, S.Si., M.Ed, menyampaikan bahwa keterlibatan prodi dalam forum internasional dan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat mutu kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada capaian pembelajaran konkret dan terukur.
“Melalui FGD ini, kami ingin memastikan bahwa setiap komponen kurikulum di Prodi Pendidikan Biologi benar-benar mengarah pada pencapaian learning outcomes yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Pendekatan OBE yang dikombinasikan dengan paradigma STEM akan mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami konsep biologi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks teknologi, inovasi, dan pemecahan masalah nyata,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Wiwit menambahkan bahwa kerja sama dengan PSU menjadi momentum penting dalam mengembangkan benchmarking dan best practices implementasi OBE-STEM.
“Integrasi OBE dan STEM menuntut dosen dan mahasiswa untuk berorientasi pada evidence-based learning serta penguasaan scientific literacy yang kuat. Kolaborasi internasional ini membantu kami menyelaraskan praktik pembelajaran di FKIP USK dengan standar global, sekaligus memperkaya pengalaman akademik dengan konteks pendidikan di Asia Tenggara,” jelasnya.

Dekan FKIP USK turut mengapresiasi partisipasi aktif seluruh program studi, terutama Prodi Pendidikan Biologi, yang dinilai telah menjadi pionir dalam penerapan pendekatan pembelajaran berbasis OBE-STEM di lingkungan fakultas. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik lintas negara, membuka peluang riset kolaboratif berkelanjutan, dan memperluas eksposur internasional bagi sivitas akademika FKIP USK.
Dengan terselenggaranya FGD dan penandatanganan IA ini, FKIP USK menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pengembangan kurikulum yang berorientasi pada mutu, relevansi, dan daya saing global — sekaligus memperkuat posisi Prodi Pendidikan Biologi sebagai garda terdepan transformasi pendidikan sains di Indonesia.
Comments are closed