Aceh Besar, 6 September 2026 – Departemen Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penanaman Lamun dan Pendampingan Pelestarian Ekosistem Pesisir” di Gampong Lam Pageu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (06/09/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Natural Aceh sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir. Kegiatan melibatkan civitas akademika dan mahasiswa Pendidikan Biologi yang secara langsung berpartisipasi dalam proses penanaman lamun sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan pesisir.

Pemilihan kawasan pesisir Aceh Besar sebagai lokasi kegiatan memiliki relevansi yang kuat dengan agenda konservasi lingkungan. Target konservasi yang mencakup berbagai habitat pesisir, antara lain terumbu karang, mangrove, dan padang lamun. Pengelolaan kawasan tersebut juga diarahkan pada perlindungan dan rehabilitasi ekosistem serta peningkatan kesadaran masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya melakukan penanaman lamun, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya menjaga keberadaan ekosistem pesisir. Lamun merupakan salah satu komponen penting ekosistem pesisir yang menyediakan habitat dan tempat mencari makan bagi berbagai organisme, sekaligus berperan dalam menjaga fungsi ekologis kawasan pesisir. Karena itu, upaya rehabilitasi dan pelestarian lamun perlu diikuti dengan peningkatan pemahaman dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari keberlanjutan program konservasi.


Kegiatan penanaman dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat. Keterlibatan langsung tersebut menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa Pendidikan Biologi untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan akademik dengan persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat. Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengembangkan kepedulian lingkungan, keterampilan bekerja bersama masyarakat, serta pengalaman dalam kegiatan konservasi berbasis aksi nyata.

Selain penanaman, kegiatan juga menekankan pentingnya pendampingan pelestarian ekosistem pesisir. Upaya rehabilitasi ekosistem tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi membutuhkan perhatian dan pemeliharaan secara berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar kawasan yang telah direhabilitasi dapat dijaga dan dimanfaatkan secara bijaksana. Pendekatan berbasis masyarakat seperti ini sejalan dengan praktik Natural Aceh yang menempatkan keterlibatan masyarakat, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari kegiatan konservasi dan restorasi lingkungan.

Kolaborasi antara Departemen Pendidikan Biologi FKIP USK, Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi, dan Natural Aceh menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal. Natural Aceh sendiri merupakan lembaga yang bergerak pada bidang penelitian, pelatihan, dan kegiatan sosial dengan pendekatan kemitraan kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung program berkelanjutan di Aceh dan Indonesia.

Bagi Departemen Pendidikan Biologi FKIP USK, kegiatan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjalankan tridarma, khususnya pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan lapangan seperti penanaman lamun memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan biologi secara langsung sekaligus memahami bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga berkaitan dengan pendidikan, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat pesisir.

Categories:

Tags:

Comments are closed